Perekonomian Dunia Diambang Resesi

Di masa – masa mendatang perekonomian dunia akan berada diambang perlambatan yang serius. Hal ini  tidak terlepas dari keadaan perekonomian di AS yang dapat menularkannya dalam kepada negara-negara besar dunia lainnya. Hal tersebut merupakan kesimpulan umum dari Steve Hanke , Ekonom dari John Hopkins University AS.

Perekonomian dunia saat ini masih bertumpu pada keadaan ekonomi di AS, walaupun pertumbuhan ekonomi China dan India sangat pesat dalam beberapa tahun belakangan. Terlepas dari itu sebagian ekspor dari China dan India ditujukan kepada AS, dengan terganggunya keadaan ekonomi AS akan berpengaruh pada ekonomi China dan India yang selanjutnya akan berpengaruh pada ekonomi Asia. Begitupun negara-negara besar dunia lainnya juga sangat mengandalkan ekspornya negeri paman sam tersebut

Perekonomian AS yang saat ini berada di dalam bayang –bayang resesi akibat masalah subprime Mortgage yang membuat institusi – institusi keuangan Raksasa AS bahkan dunia ambruk seperti Citigroup, Merril Lynch, JP Morgan, Bear Stern , dll. Hal inilah yang membuat Fed (Bank Sentral AS) sangat pontang –panting menurunkan suku bunga guna menggenjot perekonomian AS yang sampai saat ini hasilnya belum signifikan pulih.

Sementara itu langkah The Fed tersebut berdampak pada sektor keuangan tidak sampai pada sektor rill yang saat ini sedang mengalami kesulitan dengan naiknya harga berbagai barang komoditas dunia. Ancaman inflasi yang cukup tinggi tentunya akan mempengaruhi kegiatan produksi sektor rill, yang akan menaikkan harga barang sementara daya beli yang sedang menurun memperburuk keadaan ekonomi.

Dengan penurunan tingkat suku bunga oleh The Fed memang membuat aliran dana semakin deras ke negara berkembang yang menawarkan bunga yang lebih tinggi. Namun aliran dana tersebut hanya bersifat jangka pendek yang kadang dimanfaatkan bagi investor untuk menarik kentungan dari tingginya bunga yang ditawarkan. Belum lagi sektor rill tidak dapat mengimbangi kehebohan sektor keuangan yang dibanjiri dana-dana tersebut.

Namun keadaan tersebut sangat rentan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Dengan tingginya BI rate akan menimbulkan inflasi yang semakin tinggi. Berbeda jika keadaan tersebut dapat dimanfaatkan sektor rill dengan meningkatkan produktifitasnya dari dana yang diperoleh dari investor. Namun sektor rill pun sekarang dihadapkan pada situasi dimana harga berbagai komoditas yang tinggi yang membuat biaya produksinya naik dan harga barangnya pun naik dan pada akhirnya akan menguras daya beli masyarakat.

Explore posts in the same categories: Ekonomi

2 Comments on “Perekonomian Dunia Diambang Resesi”

  1. infoGue Says:

    Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/perekonomian_dunia_diambang_resesi/

  2. 481734a823 Says:

    481734a823…

    481734a823…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: