Potensi Pembiayaan Mudharabah

Pembiayaan mudharabah yang ada pada perbankan syari’ah merupakan produk unggulan yang seharusnya dikembangkan oleh bank-bank syari’ah yang ada sekarang ini. Pembiayaan mudharabah sangat relevan dalam upaya untuk meningkatkan produktifitas sektor rill dengan memberikan pembiayaan mudharabah yang dapat meningkatkan potensi dunia usaha terutama UKM dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksinya.

Namun pada kenyatannya pembiayaan mudharabah seakan produk yang sangat ditakuti oleh bank-bank syari’ah yang membuat mereka lebih memilih murabahan sebagai produk yang paling banyak menghasilkan bagi bank syari’ah. Ini tidak terlepas dari besarnya risiko pada pembiayaan mudharabah, sementera murabahah cenderung memiliki risiko yang jauh lebih kecil daripada pembiayaan mudharabah.

Keadaan dunia usaha yang tidak menentu dan susah diprediksi dan belum lagi kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten dalam menjalankan sebuah usaha membuat risiko pemberian kredit modal kerja menjadi sangat besar.

Tapi dengan keadaan seperti itu pihak bank syari’ah seakan menerimanya apa adanya tanpa melakukan terobosan yang berarti untuk meningkatkan kinerjanya dalam meningkatkan pembiayaan mudharabah.

Tampaknya konsep perbankan konvesional masih tersirat pada bank-bank syari’ah yang hanya mengejar profit. Mereka bukannya tidak melihat keuntungan yang lebih prospektif pada pembiayaan modal kerja yang dampaknya jauh lebih kompleks bagi perekonomian. Bank masih anteng dengan produk-produk yang dapat menghasilkan keuntungan relatif cepat dan risiko yang tidak begitu berarti.

Pada akhirnya bank-bank mendapat keuntungan dari produk tersebut tanpa melakukan hal yang berarti, hanya memberikan sejumlah dana yang selanjutnya mendapatkan keuntungan dari dana tersebut.

Pada dasarnya risiko yang besar harus diperhitungkan oleh bank untuk menjaga kesehatannya, tapi bukan berarti menghindari produk yang berisiko tinggi tersebut, tapi dengan melakukan terobosan yang bisa menghindari atau paling tidak meminimalisir risiko yang mungkin timbul.

Mungkin salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengenal nasabah secara personal..Seharusnyalah bank syari’ah melakukan berbagai penelitian yang bertujuan untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul pada pembiayaan mudharabah terutama pembiayaan pada UKM…

Explore posts in the same categories: Perbankan Syari'ah

2 Comments on “Potensi Pembiayaan Mudharabah”

  1. nuriel Says:

    bagaimana dengan PP no.39 tahun 2005 tentang PENJAMINAN SIMPANAN NASABAH BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH. bukankah akad mudharabah di jamin oleh LPS meskipun hanya mudharabah Muthlaqah saja, sedangkan mudharabah muqayyadah resiko ditanggung oleh bank. saya cenderung setuju jika bank lebih melirik pembiayaan mrabahah karena lebih menguntungkan.

  2. porakranjau Says:

    Sebelumnya, terima kasih atas komentar saudara.

    Saya akan mencoba memberikan pandangan saya atas komentar saudara. Sebagaimana kita ketahui fungsi utama bank ialah :
    – penghimpun dana;
    – pembiayaan;
    – peningkatan faedah dari dana masyarakat;
    – penanggung resiko.

    Dimana tujuan pendirian jasa perbankan adalah:
    Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.
    Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan
    menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.

    Dimana jika dilihat dari tujuan jasa pendirian perbankan yang kedua yaitu menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana berarti di sini bank dituntut mampu menghimpun dana sekaligus menyalurkannya kembali.

    Dan kalau dilihat dari tujuan pendirian perbankan syariah yang merupakan faktor utamanya adalah tertampungnya kehendak kaum muslim terhadap lembaga keuangan yang sesuai dengan ajaran agamanya. Namun sesungguhnya kehadiran perbankan syariah diharapkan dan bisa memberikan kontribusi yang lebih dari pada hanya sekedar memenuhi bank yang Islami. Dari segi produknya yang tidak menggunakan bunga melainkan bagi hasil sangat potensial bagi dunia usaha terutama UKM terutama pembiayaan mudharabah.
    Tanpa mengabaikan risiko yang cukup besar pada pembiayaan tersebut bank syariah seharusnyalah menjadikan produk tersebut sebagai keunggulannya dari bank konvensional. Memang dengan populernya pembiayaan murabahah telah meningkatkan aset perbankan syariah, namun itu akan menciptakan situasi yang sangat riskan dan pada akhirnya kehadiran perbankan syariah hanya akan menambah persoalan lembaga keuangan yang lebih cenderung memilih bermain aman tanpa berani mengambil peran yang lebih signifikan bagi perkembangan ekonomi nasional dengan menyokong dunia usaha.
    Adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak seharusnya dijadikan sebuah lembaga yang selalu mampu mem back-up bank syariah. LPS seharusnya ditempatkan pada situasi yang memang sangat darurat bagi perbankan, bukan serta merta hanya mengharapkan bantuan LPS.
    Bank ditunut mampu mengelola uang yang dihimpunnya terutama pada sektor produktif tidak hanya pada konsumsi.
    Sektor produktif memang memiliki risiko yang lebih tinggi dari sektor konsumsi. Namun risiko bukanlah sesuatu yang harus dihindari tapi dikelola. Bank dengan segala strateginya bisa mengihimpun dana dari masyarakat, apakah tidak bank tidak dapat menyusun strategi sedemikian rupa untuk menyalurkannya???
    Satu hal yang perlu diingat, risiko yang lebih besar cenderung memberikan keuntungan yang lebih besar, maka dibutuhkan manajamen yang baik untuk mengelolanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: